Tampilkan postingan dengan label arnoldii. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arnoldii. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2015

Gunung Patah Bukit Raje Mendare

Gunung Patah adalah sebuah dataran tinggi berbentuk Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Bengkulu yang memiliki ketinggian 2817 mdpl, atau setara dengan 7175 kaki. Pada tanggal 1 Mei 1989, sebuah kawah aktif fumarol diamati oleh pilot pesawat kargo di daerah yang diselimuti hutan sekitar 6 km tenggara dari puncak Gunung Patah, dekat Bukit Baturigis Padang Guci Hulu Kab. Kaur Bengkulu (sekitar 4 deg 18 min S, 103 deg 19 min E). 


Lokasi Gunung Patah berada diperbatasan 3 provinsi, yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung atau yang secara administratif tepatnya terletak di kawasan HL Bukit Raje Mendare Padang Guci Hulu Kab.Kaur Bengkulu Indonesia. (Sumber: Internet)

Pada ketinggian 2450 mdpl terdapat danau sewarna bumi oleh penduduk lokal dinamakan "Danau Tumutan 7" yang merupakan sumber mata air dari 7 sungai. Pada ketinggian 2650 mdpl terdapat Kawah & Puncak Gunung Pada ketinggian 2817 mdpl.

Bukit Raje Mendare merupakan hutan hujan Sumatra yang masih perawan dan menyimpan kekayaan alam yang sangat menawan. Keberadaan Flora dan fauna langka yg semakin terancam funah seperti; Rafflesia, Amorphophallus, Kantong Semar, Anggrek, Gajah, Harimau, Rusa, Beruang, Paok Schneider, Pitta schneider, siamang, dll kemungkinan masih bisa dijumpai disini.

Selain itu Bukit Rajemendare dipercayai oleh penduduk lokal sebagai cikal bakal Kerajaan Seriwijaya. (KPPGPPL)

Catatan perjalanan lengkap tim Ekspedisi Gunung Patah secara tertulis akan segera di realese oleh tim yang terdiri dari gabungan pendaki Alumni Kampala FP Unib dan Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka (KPPGPPL) di kaskus oanc. Report resmi lengkap (on progress).

‪#‎XPDC‬ Gunung Patah With Jack Rimba, Triputra Kesuma, Muaz Gimilang, Nopri Anto & Amix Gegep

Senin, 23 Maret 2015

Tragis...!Habitat Rafflesia Dirusak

Rafflesia! siapa yang tidak kenal, merupakan bunga terbesar di dunia, bunga yang menjadi ikon Propinsi Bengkulu sekaligus bunga kebanggaan masyarakat Bengkulu. Upaya untuk menjaga kelestariannya pemerintah mengeluarkan Undang - undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Pelestarian Alam Hayati dan Ekosistemnya. Barang siapa yang merusak dengan sengaja akan dikenakan tindakan pidana sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Namun, hal tersebut tidak juga cukup menyadarkan masyarakat untuk tidak merusak kelangsungan hidup flora langka tersebut.

Kali ini perusakan terjadi di Kawasan Hutan Sungai Penangkulan Padang Guci Hulu, yang merupakan wilayah favorit tumbuhan Rafflesia bengkuluensis.

"Mereka memotong tumbuhan inang (tetrastigma) yang merupakan tempat bergantungnya kelangsungan hidup bunga Rafflesia. Selanjutnya mereka membakar lokasi tersebut yang mengakibatkan sejumlah bonggol/calon Bunga Rafflesia mati atau musnah".

Akibatnya..kawasan tersebut sulit untuk terselamatkan dan sangat sulit untuk kembali ditumbuhi bunga Rafflesia yg menjadi kebangaan itu.

Saat ini habitat Rafflesia di hutan Padang Guci Hulu ada 2 titik lagi. 1 titik berlokasi di hutan Sungai Penangkulan untuk Rafflesia bengkuluensis & 1 titik dihutan Sakaian Mayan untuk Rafflesia arnoldii.

"Sulit untuk dipercaya untuk apa mereka merusak/membakarnya padahal tumbuhan tersebut jelas-jel as tidak menggangu bahkan jika dikelolah dengan baik tumbuhan tersebut bisa mendatangkan manfaat bagi manusia itu sendiri".

Mari membuka diri untuk bersyukur & berlaku adil terhadap alam yang memberikan sejuta manfaat bagi kelangsungan hidup kita !

KPPGPPL 2015