Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2015

Tips Menghindari Serangan Binatag Liar

Mendaki gunung atau menyusuri hutan jadi cara traveling favorit para petualang. Bertemu binatang liar memang menjadi menu yang terkadang sulit di hindari. Memutuskan naik gunung, sama saja dengan bermain di habitat asli berbagai hewan liar yang tak jarang berbahaya dan beracun. Namun, tentu saja hal ini dapat diantisipasi atau dihindari dengan sedini mungkin.

Dan berikut ini tips menghindari binatang liar di gunung yang bisa Anda jadikan acuan.

1. Jauhi hewan yang sedang bersama anaknya
Semua hewan liar umumnya akan menghindari manusia, kecuali jika merasa terpojok atau terancam. Salah satu hal yang bisa membuat hewan liar menyerang adalah ketika ia bersama anaknya. Naluri melindungi anak pada hewan begitu tinggi, begitu ia melihat ada manusia yang bisa mengganggu anaknya, secara alami ia akan lebih agresif untuk melindungi anaknya.

2. Hindari mendaki pada malam hari
Kebanyakan hewan buas, seperti macan, aktif pada malam hari atau nokturnal. Salah satu cara agar terhindar dari ancaman hewan buas adalah mendaki pada pagi atau siang hari. Hentikan segala aktivitas pada malam hari, agar risiko berjumpa hewan buas sangat kecil.

3. Jangan panik saat bertemu ular
Sebagian besar ular yang ada di Indonesia tidak berbisa. Kemungkinan untuk bertemu ular berbisa pun hanya 6 - 8% saja. Jadi, jangan terlalu takut saat bertemu ular. Kalaupun Anda melihat ular secara tidak sengaja saat menjelajah hutan atau gunung, jangan langsung panik. Cukup diam di tempat, tenangkan diri dan perhatikan kulit ular. Ular yang berbisa umumnya memiliki kulit mengkilap. Jangan ganggu ular dengan lemparan batu atau suara ribut. Suasana sekitar yang tenang membuat ular merasa aman, sehingga tidak menyerang.

4. Gunakan pakaian lengkap, jangan terlalu terbuka
Penting sekali memerhatikan pakaian saat mendaki gunung. Gunakan sepatu boot, celana dan baju lengan panjang. Jangan lupa juga untuk mengenakan topi. Sepatu boot bisa menghindari Anda dari gigitan hewan buas yang berada di tanah.

Begitu juga dengan celana dan baju lengan panjang, ini bisa menghindari Anda dari pacet atau lintah yang banyak ditemukan di gunung atau hutan. Topi melindungi kepala Anda dari kejatuhan hewan berbahaya yang mungkin saja jatuh dari atas pohon.

5. Jangan gunakan parfum atau sabun
Parfum atau sabun umumnya menghasilkan aroma segar yang bisa mengundang serangga, seperti lebah dan tawon. Tidak menggunakan parfum atau sabun sebelum mendaki bisa menghindari Anda dari sengatan lebah.

6. Jangan duduk di pohon tumbang atau batu besar
Ketika lelah, sebaiknya jangan duduk di pohon tumbang atau batu besar, kecuali sudah diperiksa terlebih dahulu. Ular atau kalajengking umumnya senang bersembunyi di sela - sela batu dan kayu. Dengan berhati - hati saat istirahat, Anda telah menghindar dari ancaman hewan buas.

Jumat, 13 Februari 2015

Rekontruksi Siklus Hidup R. Arnoldii (Susatya, 2007)

Rafflesia arnoldii diperkirakan memerlukan 4,5 sampai 5 tahun untuk menyelesaikan siklus hidupnya (Hidayati dkk.,2000; Susatya, 2007). Lebih lanjut, Nais (2001) menemukan bahwa Rafflesia tengku-adlinii, R. Pricei, dan R. Keithii masing-masing memerlukan 9 - 13 bulan, 10 - 15 bulan, dan 12 - bulan untuk mekar dari fase kopula. Untuk jenis R. rochussenii waktu yang dibutuhkan lebih lama, yaitu rata-rata 27,3 bulan(Zuhud dkk., 1994). Keempat jenis tersebut diperkirakan memerlukan waktu antara 3,5 sampai 5 tahun untuk menyelesaikan siklus hidupnya.

Secara garis besar siklus hidup R. arnoldii dibagi menjadi tiga fase, yakni; Fase Kopula, Fase Brakta, dan Fase Perigon. Siklus hidup terperinci untuk jenis R.arnoldii dapat dilihat di Gambar 36. Rekontruksi siklus hidup R. arnoldii (Susatya, 2007).

Rekontruksi siklus hidup R. arnoldii (Susatya, 2007)

Kuncup R.arnoldii dalam Fase Kopula mempunyai kisaran diameter antara 0,6 sampai 3,3 cm. Fase  Brakta mulai terlihat saat kuncup telah menjadi 3,3 - 4,14 cm, dan untuk mencapai ukuran ini dari Fase Kopula diperlukan waktu antara 33 hari sampai 144 hari. Fase Brakta menjadi struktur yang sempurna menutupi bagian atas kuncup saat mencapai ukuran antara 7,31 - 11,76 cm, atau memerlukan waktu 172 - 257 hari untuk mencapai fase ini dari Fase Kopula. Fase Perigon mulai terlihat saat kuncup mencapai ukuran 12,02-13,96 cm, dan memerlukan waktu 23-66 hari untuk mencapai ukuran ini dari Fase Brakta. Fase Perigon menjadi strukutur yang sempurna saat kuncup mencapai ukuran 21,3 - 22,4 cm, dan fase ini dicapai dalam waktu 100 - 143 hari dari Fase Brakta sempurana, jenis ini mempunyai diameter 22,18 - 26,28 cm dan dalam kondisi siap mekar.

Setelah mekar, bau daging busuk akan tercium dan lalat mulai berdatangan. Setela 2 - 3 hari, bunga akan mekar secara sempurna, dan bersamaan dengan ini bau daging busuk tercium paling kuat. Jumlah lalat paling banyak juga dijumpai dalam kurun ini (Hidayati dkk., 2000). Setelah itu bunga mulai membusuk. Dari bunga mekar sampai busuk dibutuhkan waktu antara 5 sampai 8 hari.

Saat yang tepat bunga akan mekar sangat sulit untuk diperkirakan. Setelah diameter siaap mekar dicapai, maka dalam 1 - 14 hari kuncup akan mekar. Ada dua hal dimana kita dapat memperkirakan kapan bunga akan mekar, yaitu musim dan kenampakan fisik. Secara umum bunga dipicu untuk mekar bila terjadi selang-seling antara kondisi kering dan lembab. Saat musim kemarau, bunga akan mekar pada hari dimana tidak ada hujan atau curah hujan yang sangat rendah (Susatya, 2007). Disamping musim, kenampakan fisik akan sangat penting dalam menentukan kapan bunga akan mekar. biasanya helaian paling atas perigon mulai terangkat maka dalam waktu 1 - 2 hari bunga akan mekar.

Jenis dengan ukuran bunga mekar yang lebih kecil akan mempunyai laju pertumbuhan yang lebih cepat dari pada bunga yang lebih besar. Populasi yang berbeda dari jenis yang sama juga akan mempunyai laju pertumbuhan yang berbeda pula. Untuk jenis yang sama  dan di subpopulasi yan berbeda, bunga yang kecil akan mempunyai laju yang lebih cepat pada fase kopula dan fase brakta. Akan tetapi setelah mencapai ukuran bunga sebelum siap mekar pola laju diatas akan terbalik, dimana bunga yang besar akan mempunyai laju pertumbuhan yang lebih cepat. Informasi-informasi di atas menimbulkan spekulasi bahwa dalam inang berbeda kemungkinan besar kuncup juga mempunyai laju pertumbuhan yang berbeda pula. 

Lebih lanjut, untuk jenis yang sama, ukuran bunga mekar kemungkinan besar ditentukan oleh iklim. Untuk jenis R. arnoldii, ukuran bunga yang paling besar terjadi di Tambang Sawah Kabupaten Lebong-Bengkulu sedangkan di Taba Penanjung - Bengkulu, mempunyai ukura 70 cm. Kedu daerah mempunyai iklim yang sangat berbeda. Tambang Sawah mempunyai suhu minimal yang lebih rendah dan curah hujan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, bole jadi makin rendah suhu dan makun tinggi curah hujan, maka makin besar pula ukuran bunga. 

Sumber Pustaka : Rafflesia Pesona Bunga terbesar di Dunia (@Agus Susatya, 2011).
Semoga Bermanfaat ! Salam Lestari ! Bengkulu The Rand Of Rafflesia ! @KPPGPPL, 2015

Jumat, 19 Desember 2014

Jelajah Rafflesia Di Kawasan Hutan Air Mas Semidang Gumay Kabupaten Kaur

Berawal dari informasi yang KPPGPPL peroleh dari harian umum Radar Kaur, KPPGPPL harini (Juma't, 19/12/2014) langsung mendatangi lokasi Rafflesia yang berada di kawasan hutan perkebunan Air Mas desa Karang Dapo Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur.

Pertama, KPPGPPL menemui Buldhany seseorang yang menemukan bunga Rafflesia dikawasan tersebut. Buldhany adalah warga desa Gunung Tiga Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur. Desa ini sangat mudah dicapai karena hanya berjarak 1 kilo dari Jalan Lintas - Bengkulu - Lampung.

Untuk mencapai lokasi rafflesia pun nyaris tak ada hambatan apapun, alias sangat mudah. Dari desa Gunung Tiga hingga kekebun warga, bisa menggunakan kendaraan roda dua hanya dibutuhkan lebih kurang 18 menit. Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas tracking (penjelajahan), menelesuri kebun karet/sawit warga, naik/turun tebing, hingga masuk kedalam hutan dengan menenelusuri jalan setapak yang ada di dalam hutan, hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Jarak antara kebun warga dengan lokasi Rafflesia lebih kurang 200 meter.

Menuruni tebing awal masuk lokasi rafflesia di kawasan hutan Air Mas
Menelusuri jalan setapak dalam kawasan hutan Air Mas
Lokasi tepatnya berada di kawasan hutan perkebunan Air Mas Trans desa Karang Dapo Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur Provinsi Bengkulu. Dalam kawasan hutan ini terdapat dua titik habitat Raflesia.

Dilokasi 1 (pertama) KPPGPPL mulai mendata, terdapat 1 bunga rafflesia yang sudah lama membangkai dengan ukuran 50 cm, terdapat 10 bonggol/calon bunga rafflesia, 2 diantaranya sudah berukuran besar, terdapat tanaman Inang yang menjalar diketinggian pohon, dan aliran Sungai Air Mas yang kecil. Di dalam lokasi ini KPPGPPL mengirakan adalah Rafflesia jenis bengkuluensis.

Satu bunga rafflesia yg sudah membangkai diameter 50 cm & bonggol dalam kawasan hutan Air Mas
Tiga bonggol rafflesia di lokasi petama dalam kawasan hutan Air Mas
Dua bonggol rafflesia berukuran kecil menempel di tanaman Inang di lokasi pertama dalam kawasan hutan Air Mas

Selesai mendata dilokasi pertama, jelajah dilanjutkan menuju lokasi kedua. Lokasi ini berjarak sekitar 300 meter dari kebun warga. Kembali dengan aktivitas tracking, naik/turun tebing, menelusuri jalan setapak yang ada dalam kawasan hutan Air Mas tersebut hingga sampai ke lokasi Rafflesia.
Awal masuk lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air mas
Mendaki tebing padang ilalang dalam kawasan hutan Air Mas Semidang Gumay Kab. Kaur
Dilokasi 2 (kedua) ini, terdapat satu Rafflesia yang sudah membangkai dengan ukuran lebih kurang 30 cm, terdapat 2 bonggol/calon rafflesia 1 diantaranya sudah berukuran besar. juga terdapat tanaman inang ukuran kecil menjalar hingga masuk kedalam tanah. Di sekitar lokasi rafflesia dalam kawasan ini tidak diterdapat sungai yang mengalir. Di lokasi ini KPPGPPL belum dapat mengira jenisnya, sebab bunga yang membangkai tersebut bagian Prosesi dan Ramentanya sudah hancur.
Satu bunga rafflesia yang membangkai di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. semidang Gumay Kab Kaur
Satu bonggol rafflesia berukuran besar di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur

Satu bonggol rafflesia berukuran bkecil di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur

Foto bersama di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur
Selesai mendata KPPGPPL, Burdhany dan Kawan2 menuju pulang. Sampai Jumpa Kembali !!!



|Salam Lestari | Salam Rimbawan | Bengkulu The Land Of Rafflesia |
Thanks To : Burdany, Feily Asmara, Zeko Jayanta, Jedi Lian Chandra | Tim KPPGPPL : Nopri Anto, Ryan Saputra, Hayan Afriza, Evan Gustiawan, Andri Novriansyah, Ricky, Meljon.

Minggu, 16 November 2014

Rafflesia arnoldiii Padang Guci Mekar 60 cm

Tanggal 16 November 2014 Rafflesia arnoldii kembali mekar  di hutan Kawasan Sakaian Mayan desa Manau Sembilan Padang Guci Hulu Kab. Kaur dengan diameter bunga  60 cm. Dan ini merupakan bunga Rafflesia ke 23 yang mekar di Kawasan Hutan Padang Guci Hulu tercatat oleh KPPGPPL.


Foto bersama Rafflesia arnoldii diameter 60 cm dengan sejumlah pelajar yang berkunjung

Foto Rafflesia arnoldii diameter 60 cm bersama Rara pelajar SMPN 1 Padang Guci Hulu

Foto bersama Rafflesia arnoldii diameter 60 cm dengan KPPGPPL
Selain posisi bunga mekar yang sangat unik, untuk mencapai ke lokasi ini kita disungguhi pemandang alam yang sangat indah. Diantaranya, Sungai Padang Guci Hulu yang kerap didatangi muda-mudi untuk mandi, Sungai Cawang Kidau dengan aliran arus yang cukup deras juga merupakan sungai tempat mandi pengunjung sehabis menyaksikan keunikan Puspa Langka dunia ini, Air Terjun Sakaian Mayan merupakan Pintu Masuk ke lokasi habitat Rafflesia arnoldii di hutan kawasan Sakaian mayan sering didatangi pengunjung untuk sekedar berfoto-foto sebelum memasuki lokasi habitat, dan hamparan sawah yang luas milik penduduk yang sangat memanjakan mata saat hendak berkunjung ke lokasi habitat Rafflesia Padang Guci Kaupaten Kaur.

Sungai Padang Guci Hulu Kab. kaur

Air Terjun Sakaian Mayan Padang Guci Hulu

Sungai Cawang Kidau Padang Guci Hulu

Hamparan Sawah Penduduk

Nahh...menarik bukan ? Salam Lestari !! Salam Rimbawan !! Bengkulu The Land Of Rafflesia !!

Selasa, 08 April 2014

Jenis-jenis Rafflesia di Dunia

Marga Rafflesia terdiri dari 25 jenis langka di dunia yang mempunyai sebaran geografis di bagian barat Garis Wallace mulai dari perbatasan Burma dan Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Filipina (Ghazally dkk.,1988; Meijer,1977; Nais,2001). Dari 25 jenis Rafflesia tersebut di atas, terdapat 12 jenis yang dapat dijumpai di Indonesia. 

Rafflesia arnoldiiDi pulau Sumatra sendiri terdapat 10 jenis Rafflesia yakitu; R. arnoldii, R. atjhensis, R.rochussenii, R. micropylora, R. hasseltii, R. gadutensis, R. tuan-mudae, R. patma, R. bengkuluensis, dan R. lawangensis.




Berikut daftar lengkap jenis-jenis Rafflesia di dunia beserta penemu, dan lokasi ditemukannya :

(1) R.arnoldi R. Br ( Brown 1821, Pulau Lebar, Bengkulu Selatan, Sumatra )
(2) R.patma Blume ( Blume 1825, Nusa Kambang, Jawa tengah )
(3) R.manillana Teschermacher ( Tesche rmacher 1825, Pulau Leyte, Philipina)
(4) R.rochussenii teijsm. & Binn ( Teijsmann dan binnendjik 1850, Gunung Gede, Pangrango, Jawa Barat )
(5) R.tuan-mudae Becc ( Beccari 1868, Gunung Pueh, Sarawak )
(6) R.hasseltii Surringar ( Suringar 1879, Muara Labuh, Sumatra Barat )
(7) R.schdenbergiana Goeppert ( Goeppert 1884, Mindano, Philipina )
(8) R.cantleyi Solms-Laubach (Solms-Laubach 1910, Perak, Peninsular, Malaysia)
(9) R. atjehensis Koorders ( Koorders 1918, Locop, Aceh )
(10) R. zallingeriana Koorders ( Koorders 1918, Puger, Jember, Jawa Timur )
(11) R. gadutensis Meijer ( Meijer 1984, Ulu Gadut, Padang, Sumatra Barat )
(12) R. keithii Meijer ( Meijer 1984, Sungai Melaut, Sabah )
(13) R. kerrii Meijer ( Meijer 1984, Ranong, Kho Patwa Luang Keo, Thailand )
(14) R. micropylora Meijer ( Meijer 1984, Lokop, Leuser, Aceh, Sumatra )
(15) R. pricei Meijer ( Meijer 1984, Mamut Copper Mine, Sabah )
(16) R. tengku-adlinii Mat-Salleh & Latiff ( Mat-Salleh & A. Latiff 1989, Mount Trus Madi, Sabah )
(17) R. speciosa Barcelona & Fernando (Barcelona & Fernando 2002, Pulau Panay, Philipina )
(18) R. azlanii Latiff & Wong ( Latiff & Wong 2004, Kinta, Perak )
(19) R. mira Fernando & Ong ( Fernando & Ong 2005, Campostela Valley, Mindanao )
(20) R. bengkuluensis Susatya, Arianto & Mat-Salleh ( Susatya, Arianto & Mat-Salleh 2005, Talang Tais, Bengkulu, Indonesia )
(21) R. baletei Barcelona & Cajano ( Barcelona & Cajano 2006,Luzon,Philipina )
(22) R. lobata Galang & Madulid ( Galang & Madulid 2006, Central Panay, Philipina )
(23) R. leonardi Barcelona & Pelser (Barcelona & Pelser 2008, Luzon, Philipina )
(24) R. aurintia Barcelona et al ( Barcelona et al 2009, Luzon, Philipina )
(25) R. lawangensis Mat-Salleh, Mahyuni et Susatya ( Mat-Salleh, Mahyuni, & Susatya 2010, in pres )

Disamping 25 jenis di atas, ada tiga jenis dari Kalimantan yang dikenal sebagai jenis tidak komplit, atau diskripsinya tidak cukup kuat untuk dapat diakui sebagai jenis tersendiri. Hal ini disebabkan karena jenis tersebut didiskripsikan berdasarkan spesimen herbarium yang tidak lengkap. Jenis tersebut di atas adalah R. witkampii, R. ciliate, dan R. borneensis dan ditemukan disekitar Gunung Sekarat, Kutai, Kalimantan Timur. Jenis-jenis di atas diduga sebagai R. arnoldii atau keithii (Meijer,1997). 

Tetapi oleh Susatya (2007) tiga jenis tersebut diperkirakan sebagai sinonim dari R. tuan-mudae, mengingat jenis terakir ini mempunyai sebarab geografis yang paling luas di Kalimantan.

Itulah daftar jenis-jenis Rafflesia di dunia yang dikutip dari buku “RAFFLESIA PESONA BUNGA TERBESAR DI DUNIA” ©Susatya, 2011.

Semoga Bermanfaat !
Foto by Sofian Rafflesia