Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2015

Kegiatan Hiking Bumi Rafflesia Padang Guci Kab. Kaur

Minggu 30 Agustus 2015, Pramuka, Pasapala, dan OSIS SMAN 4 Kaur Utara melaksanakan kegiatan hiking yang bertempat di area lokasi habitat Rafflesia desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Kabupaten Kaur Bengkulu dengan melibatkan seluruh kelas X, 22 siswa Paspala, dan 49 siswa Osis sebagai pesertanya.

Rombongan tiba di desa Manau Sembilan pada pukul 08.00 WIB. Sebelum kegiatan hiking dimulai para peserta dibariskan untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembina kesiswaan  SMAN 4 Kaur Utara.

Kegiatan berlangsung dimulai pada
pukul 08.30 WIB. Setiap trap diberangkatkan dengan selang waktu ± 10 menit. Untuk rutenya, setiap trap diberangkatkan dari desa Manau Sembilan dan berakhir di area lokasi habitat rafflesia. Jumlah pos yang akan dilalui para peserta berjumlah 8 pos.

Dalam perjalannya para peserta akan  memasuki areal pertanian, perkebunan, sungai-sungai, dan jalur-jalur mendaki dengan halang rintang yang telah ditentukan oleh panitia hiking.  Panitia hiking kali ini adalah siswa pendamping dari SMAN 4 Kaur dan Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka (KPPGPPL) Kab. Kaur.

Sementara di lokasi lain habitat rafflesia Padang Guci Kab. Kaur, berlangsung juga kegiatan hiking yang dilaksanakan oleh siswa pramuka SMPN 1 Padang Guci Hulu. Kegiatan di ikuti oleh seluruh siswa pramuka kelas VII, siswa pramuka kelas VII, dan kelas IX.

Kegiatan keseluruhan berjalan dengan lancar hingga pukul 15.00 Wib.

Diharapkan dengan dilaksanakannya hiking ini para peserta memiliki semangat yang tangguh, fisik yang kuat, dapat saling bekerja sama, juga dapat mencintai dan ikut melestarikan flora langka yang dilindungi Pemerintah.

Salam Lestari ! KPPGPPL

Sabtu, 22 Agustus 2015

Festival Bumi Rafflesia Tahun 2015

Bengkulu (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan tahunan "Festival Bumi Rafflesia" yang dipusatkan di kawasan wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu. Kegiatan ini digelar bersamaan dengan "Bengkulu Expo" yang juga dipusatkan di kawasan wisata Pantai Panjang.

Sebelumnya Pemprov Bengkulu merencanakan kegiatan ini akan dilaksanakan pada Juni 2015 namun diundur karena bersamaan dengan persiapan bulan suci Ramadhan.

Festival belangsung selama tiga hari, yakni pada 21 Agustus hingga 23 Agustus 2015 yang menampilkan berbagai lomba antara lain lomba lari wisata rafflesia dengan hadiah jutaan rupiah.  Ada pula pagelaran seni budaya Bengkulu yang menampilkan parade busana pernikahan adat setempat dan bazar pasar rakyat.

Kegiatan digelar untuk meningkatkan kunjungan wisata ke "Bumi Rafflesia", termasuk ekowisata ke habitat Rafflesia.. Mekarnya bunga Rafflesia juga menjadi daya tarik wisatawan yang mengunjungi Bengkulu. Selain menawarkan wisata alam bebas melihat bunga Rafflesia di hutan, wisatawan juga akan disajikan dengan potensi alam, budaya, sejarah, dan kuliner khas Bengkulu.

Wisatawan penggemar alam bebas bisa datang ke Bengkulu dan menikmati habitat puspa langka dan satwa dilindungi yaitu Gajah Sumatera.

Senin, 17 Agustus 2015

Perayaan HUT RI Ke - 70 di Padang Guci Hulu

Perayaan Hut RI ke - 70 tahun 2015 di kecamatan Padang Guci Hulu kali ini diwarnai berbagai pertandingan dan perlombaan untuk umum dan tingkat sekolah dasar. Untuk umum, yakni pertandingan sepak bola dan bola voli putri, sedangkan pertandingan untuk sekolah dasar yakni sepak bola, bulu tangkis, sepak takraw, bola voli, tenis meja, dan catur. Bebagai kegiatan perlombaan seperti panjat pinang, tarik tambang, lari karung, dll dilaksanakan setelah selesai upacara pengibaran sangsaka merah putih. Pertandingan dan perlombaan diikuti oleh masyarakat, PGRI, Instansi-instansi, dan sekolah dasar di Kecamatan Padang Guci Hulu Kab. Kaur.


Puncak HUT RI ke 70 ditandai dengan upacara pengibaran sangsaka merah putih yang bertempat di lapangan desa Bungin Tambun Kec. Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Upacara diikuti oleh sejumlah kepala sekolah,PNS, dewan guru, kepala desa, pemuka masyarakat, prangkat desa, siswa smp dan murid sekolah dasar se kecamatan Padang Guci Hulu Kab. Kaur.

Upacara dipimpin oleh Camat Padang Guci Hulu selaku Inspektur Upacara dan yang bertindak selaku Komandan Upacara adalah Polsek Padang Guci Hulu.  Pasukan pengibar bendera Merah Putih yakni Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)  pelajar SMP Negeri 1 Padang Guci Hulu.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai hiburan rakyat, perlombaan - perlombaan, pertandingan babak final sepak bola, final bola voli putri tingkat umum. Dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera sangsaka Merah Putih dan pemberian piala dan hadiah kepada para pemenang di setiap pertandingan dan perlombaan.

Meskipun perayaan HUT RI ke - 70 di tahun 2015 ini berlangsung cukup sederhana, namun masyarakat Padang Guci Hulu menyambutnya sangat antusias.

DIRGAHAYU RI KE - 70 | KPPGPPL

Selasa, 16 Juni 2015

Empat habitat Rafflesia Bengkulu berpotensi objek ekowisata

Bengkulu (ANTARA News) - Empat lokasi habitat bunga langka Rafflesia (Rafflesia sp) di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu berpotensi menjadi objek ekowisata, kata Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu, Sofian Ramadhan.


FOTO ANTARA/ Helti Sipayung

"Ada empat lokasi habitat Rafflesia yang terdapat di wilayah hutan empat kabupaten sudah kami petakan dan bisa jadi tujuan wisata," katanya, di Bengkulu, Minggu.

Empat lokasi itu, di Hutan Lindung Bukit Daun di Kabupaten Kepahiang, HL Boven Lais di Kabupaten Bengkulu Utara, Cagar Alam Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah, dan kawasan hutan di Padang Guci Kabupaten Kaur.

Sofian mengatakan di empat lokasi habitat tersebut sudah ada kelompok masyarakat yang secara sukarela mengawasi dan melestarikan bunga langka endemik Pulau Sumatera itu.

Hasil ekspedisi KPPL bersama kelompok masyarakat itu, ada dua jenis Rafflesia yang tumbuh di habitat tersebut yakni jenis Rafflesia arnoldii di Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, dan Bengkulu Tengah serta jenis Rafflesia bengkuluensis di Kabupaten Kaur.

"Sebenarnya ada empat jenis bunga Rafflesia yang hidup di hutan-hutan Bengkulu yakni jenis Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia bengkuluensis, dan Rafflesia hasselti," ucapnya.

Sofian mengatakan dari empat lokasi itu, dua lokasi yang paling sering dikunjungi wisatawan yakni HL Bukit Daun dan Cagar Alam Taba Penanjung karena lokasinya berada di dalam hutan dekat jalan lintas yang menghubungkan Kota Bengkulu dengan empat kabupaten yakni Bengkulu Tengah, Kepahiang, Lebong dan Rejanglebong.

Ia menambahkan bahwa empat lokasi ini dapat dikelola lebih profesional dengan melibatkan masyarakat sehingga menjadi objek wisata andalan. Salah satu "jurus" untuk itu adalah membangun rumah-rumah singgah.

Editor: Ade Marboen

LIPI susun strategi rencana aksi konservasi Rafflesia spp

Bogor (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini tengah menyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi untuk flora langka kharismatik Indonesia, khususnya Rafflesia spp dan Amorphophallus spp. 

Foto by Sofian KPPL
"Penyusunan SRAK ini gebrakan anyar karena kali pertama dilakukan di Indonesia untuk bidang flora," kata Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI, Didik Widyatmoko, dalam Lokakarya Nasional penyusunan SRAK Rafflesia dan Amorphophallus di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Dokumen Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) baru dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bagi fauna saja.

"Ini momentum sangat penting, karena selama ini Kementerian LHK konsen pada satwa-satwa besar saja, tumbuhan juga sangat penting, mikroba juga. Apalagi Rafflesia dan Amorphophallus menjadi ikon Indonesia," katanya.

Dikatakannya, penyusunan SRAK kali ini adalah salah satu kontribusi LIPI sebagai otoritas ilmiah di bidang konservasi dan keanekaragaman hayati di Indonesia. 

Mengingat data dan rekomendasi ilmiah untuk konservasi kedua jenis flora Rafflesia spp dan Amorphophallus spp sulit diimplementasikan tanpa kerja sama dengan Kementerian LHK sebagai pemegang otoritas manajemen konservasi in situ dan keanekaragaman hayatinya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK, Adi Susmianto, menyebutkan, ide dasar SRAK Rafflesia spp dan Amorphophallus spp muncul dari pemerintah Provinsi Bengkulu yang mau menjadikan dua puspa langka tersebut sebagai ikon daerah.

Editor: Ade Marboen

Menuju International Symposium on Indonesian Giant Flowers Rafflesia and Amorphophallus 2015

Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor (PKT) LIPI bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu serta Dewan Riset Daerah Bengkulu menyelenggarakan Lokakarya Regional dalam rangka persiapan International Symposium on Indonesian Giant Flowers Rafflesia and Amorphophallus 2015 di Putri Gading Hotel, Bengkulu pada Selasa (5/5) kemarin.


Kepala PKT Kebun raya Bogor LIPI, Dr. Didik Widyatmoko mengatakan, tujuan lokakarya ini adalah penyusunan SRAK Puspa langka nasional. “Pentingnya penyusunan SRAK Rafflesia dan Amorphophallus sebagai acuan bagi para pihak untuk menentukan prioritas konservasi in situ dan ex situ,” ujarnya. “Selain itu, melalui lokakarya ini, dirancang pula program pembangunan yang tidak mengancam populasi flora-flora langka ini secara berkelanjutan. Harapannya, kondisi Rafflesia dan Amorphophallus di alam menjadi lebih baik dalam sepuluh tahun mendatang,” sambungnya.

Magnet Dunia
“Kawasan hutan tropis Bengkulu telah lama diketahui menjadi habitat bagi dua flora  raksasa yang sangat dikagumi dunia Rafflesia arnoldii dan Amorphophallus titanum, hal ini tercatat dalam dunia botani sejarah kota Bengkulu sejak kedatangan Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1818,” tutur Kepala BPP Stada Pemprov Bengkulu, Drs. H. Iriansyah saat membuka LokakaryaRegional Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rafflesia dan Amorphophallus.
“Keberadaan dua flora langka ini telah melambungkan nama Bengkulu dan Sumatera yang juga menyimpan kekayaan flora fauna yang sangat bernilai dan berpotensi besar tidak saja dari sisi keilmuan namun juga sisi ekonomi,” tambahnya.

Iriansyah menambahkan, keunikan bunga Rafflesia dan Amorphophallus menjadi magnet yang luar biasa bagi mata dunia. “Penelitian bidang botani dan para ahli taksonomi yang terus menerus melakukan penelitian terkait flora tersebut guna mendalami kehidupan biologis dan pengembangan potensi nilai ekonomisnya ke depan,” jelasnya.

Pemprov Bengkulu sendiri mengharapkan bunga Rafflesia dan Amorphophallus tidak hanya sekedar icon saja bagi Bengkulu. Harapan ke depan, masyarakat Bengkulu dapat memaksimalkan manfaat keberadaan dua flora langka tersebut melalui labeling Bengkulu sebagai bumi Rafflesia dan Amorphophallus.

Inti resume yang penting ditekankan dan perlu ditindaklajuti dari lokakarya tersebut adalah segera antara lain pembuatan data base dan metode standar SOP konservasi in situ, peningkatan  populasi ex situ Rafflesia dan Amorphophallus, upaya keberlanjutan konservasi dan pengembangan potensi ekonomi, serta perlunya mengajak para pelaku pariwisata untuk mendukung ecotourism, terkait public awareness dan pendanaan.

Selain mengapresiasi rencana penyelenggaraan international symposium mendatang, kepada LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Iriansyah mengharapkan SRAK yang akan dilaunching oleh Menteri LHK dapat dijadikan output jangka panjang dari symposium tidak hanya bagi Bengkulu tetapi juga provinsi-provinsi lainnnya di Indonesia yang memiliki sebaran dua flora raksasa itu.

Sebagai informasi, acara lokakarya terbagi menjadi 3 sidang komisi parallel yaitu Konservasi in situ, konservasi ex situ dan public awareness dan fund raising. Bertindak sebagai fasilitator masing-masing dari Universitas Bengkulu, Kepala BKSDA Bengkulu, dan PKT Kebun Raya Bogor LIPI. Acara ditutup dengan pembacaan resume hasil lokakarya oleh ketua Komisi III DRD Bengkulu dan diserahkan kepada Panitia Pengarah Simposium untuk dilokakaryakan pada tingkat nasional sebelum bulan September.

Lokakarya ini juga dihadiri oleh Dewan Riset Daerah, DPRD Bengkulu, LSM Komunitas Pecinta Rafflesia dan Amorphophallus, serta Dinas Kehutanan, Dinas Kebudayaan & Pariwisata, Dinas Kehutanan Pemprov Bengkulu dan Balai Taman Nasional dari seluruh provinsi di Sumatera, serta LSM seperti WWF dan TFCA di Sumatera.(mk)

Puspa Langka Nasional Ini Dalam Masa Kepunahan

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993 Tentang Satwa dan Bunga Nasional menetapkan Rafflesia Arnoldii sebagai bunga Nasional yang penyebutannya dikukuhkan sebagai puspa langka. Hanya saja, minimnya upaya perlindungan dan pelestarian populasi, habitat dan ekosistem puspa terbesar di dunia yang amat rentan mengalami kepunahan ini dalam masa kepunahan.

“Sejauh ini, upaya yang dilakukan pemerintah masih sebatas pada aturan dan kebijakan. Aksi konkret pemerintah masih jauh dari yang diharapkan. Padahal aksi konkret pemerintah sangat dibutuhkan. Minimnya upaya pemerintah secara tidak langsung mengakibatkan R. Arnoldi semakin terancam punah,” kata Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Sofian Ramadhan dihubungi Senin (15/6/2015) malam.

Oleh karena itu, Sofian berharap, pelaksanaan Simposium Internasional Rafflesia dan Amorphophalus 2015 yang akan dilaksanakan pada 14 -17  September 2015 di Bengkulu dapat menghasilkan strategi dan rencana aksi konservasi R. Arnoldi yang melibatkan pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan masyarakat. “Selama ini, hanya segelintir penduduk lokal yang berupaya melakukan perlindungan. Itupun dilakukan secara swadaya, tanpa adanya dukungan atau perhatian dari pemerintah,” tambah Sofian.

Dilansir http://www.mongabay.co.id pada 25 Februari 2015, Peneliti Rafflesia dari Universitas Bengkulu Agus Susatya menerangkan, rafflesia (termasuk Raffelsia Arnoldii) sangat rentan mengalami kepunahan karena bersifat holoparasit. Yakni, tidak memiliki akar, batang dan daun, melainkan hanya berupa kuncup atau bunga dan dilengkapi haustorium yang memiliki fungsi mirip akar yang menghisap sari makanan hasil fotosistesa dari tumbuhan inang. Oleh karena itu, kehidupan rafflesia sangat bergantung pada inangnya. Di lain sisi, kehidupan inang juga sangat tergantung dengan tumbuhan lainnya yang menjadi inang strukturalnya.

Siklus hidup rafflesia bisa mencapai 5 tahun dan terdiri dari 7 fase, meliputi proses penyerbukan, pembentukan buah dan biji, penyebaran biji, inokulasi biji ke inang, kemunculan kuncup bunga atau knop, kuncup yang matang dan bunga mekar. Kuncup rafflesia tumbuh di akar atau batang inang. Sehingga, bisa ditemui tumbuh di permukaan tanah atau menggantung di batang inang. Kuncup yang menggantung disebut juga aerial bud.

Masa mekarnya berlangsung antara 3 – 8 hari. Saat musim kemarau, bunga akan mekar pada hari terjadi hujan. Sedangkan saat musim penghujan, bunga akan mekar pada hari tidak tejadi hujan. Saat mekar, bau daging busuk akan tercium dan mengundang banyak lalat. Lalatlah yang membantu penyerbukan bunga rafflesia. Setelah mekar, mahkota bunga membusuk. Namun bagian dasar bunga rafflesia betina akan membentuk buah.

Waktu yang diperlukan buah untuk matang berkisar 6 hingga 8 bulan. Buah rafflesia yang matang biasanya dimakan Tupai (tupai javanica) dan Landak (Hystrix javanica). Di dalam buah terdapat banyak biji yang berbentuk polong atau kacang-kacangan. Kulit bijinya sangat keras dan sulit pecah. Bila tidak mati, biji akan menginokulasi ke inang. “Namun, bagaimana proses inokulasi biji dan perkembangan biji dalam tubuh inang belum diketahui,” tambah Agus.

Dari aspek reproduksi, rafflesia memerlukan bunga jantan dan betina yang mekar agar terjadi penyerbukan, dan agen penyerbukannya. Padahal, sangat jarang ditemukan bunga jantan dan betina yang mekar saat bersamaan dalam satu lokasi. Ironisnya lagi, tidak semua bunga betina yang mengalami penyerbukan akan menghasilkan biji buah yang terletak di dasar mahkota bunga.
Aspek lainnya adalah kematian rafflesia cukup tinggi. Dari injakan satwa hutan, dimakan oleh tupai dan landak hingga perusakan kuncup atau bunga oleh manusia jahil. “Meskipun tidak mengalami gangguan akibat aktivitas manusia, populasi rafflesia akan cenderung turun atau sangat rentan mengalami kepunahan. Itu dikarenakan sedikit kuncup yang hidup dan menjadi bunga, dan sedikit bunga yang menjadi buah, serta sedikit biji yang berubah menjadi kuncup,” tutur Agus.
Ancaman lebih serius disebabkan oleh pemotongan inang, pembalakan liar dan perladangan yang tidak mendukung siklus hidup rafflesia. ”Di dunia, bunga rafflesia masuk dalam kategori terancam punah. Namun, menurut saya justru sedang dalam masa kepunahan,” kata Agus secara terpisah sebagaimana dilansir http://www.kompas.com pada 20 Juli 2011. (**) 

Selasa, 17 Februari 2015

3 Hari Lagi, Satu Rafflesia Mekar di Kaur

Tiga hari mendatang satu bonggol Rafflesia jenis arnoldii yang berada di hutan Sakaian Mayan, Manau Sembilan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur siap mekar.

Seminggu sebelumnya bonggol ini telah diprediksi KPPGPPL, namun belum juga mekar. Saat peninjaun kembali dilakukan (17/2/15), terlihat helai perigon sudah mulai mengangkat ( 5 cm), kuat dugaan bahwa bonggol ini akan mekar beberapa hari lagi, dan akan mekar sempurna pada hari Minggu, 22 Februari 2015. Posisi bonggol menempel pada inang (tetrastigma) yang menjalar di ketinggian pohon 2 meter dari permukaan tanah. Sehingga jika mekar, bunga ini akan terlihat istimewa & sangat menarik karena jarang-jarang rafflesia ditemukan mekar pada ketinggian.

Bunga Rafflesia sungguh unik, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mekar. Untuk mencapai bunga mekar, dari fase Kopula bisa sampai 9 bulan atau lebih dan jika sudah mekar hanya bertahan 5 hingga 7 hari, kemudian bunga Rafflesia layu/mati.

Lebih unik lagi, kita tidak bisa menentukan dengan tepat kapan bunga Rafflesia akan mekar. Namun bisa diperkirakan dengan mengacu  pada kondisi fisik atau iklim.

Salam Lestari !

Jumat, 19 Desember 2014

Jelajah Rafflesia Di Kawasan Hutan Air Mas Semidang Gumay Kabupaten Kaur

Berawal dari informasi yang KPPGPPL peroleh dari harian umum Radar Kaur, KPPGPPL harini (Juma't, 19/12/2014) langsung mendatangi lokasi Rafflesia yang berada di kawasan hutan perkebunan Air Mas desa Karang Dapo Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur.

Pertama, KPPGPPL menemui Buldhany seseorang yang menemukan bunga Rafflesia dikawasan tersebut. Buldhany adalah warga desa Gunung Tiga Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur. Desa ini sangat mudah dicapai karena hanya berjarak 1 kilo dari Jalan Lintas - Bengkulu - Lampung.

Untuk mencapai lokasi rafflesia pun nyaris tak ada hambatan apapun, alias sangat mudah. Dari desa Gunung Tiga hingga kekebun warga, bisa menggunakan kendaraan roda dua hanya dibutuhkan lebih kurang 18 menit. Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas tracking (penjelajahan), menelesuri kebun karet/sawit warga, naik/turun tebing, hingga masuk kedalam hutan dengan menenelusuri jalan setapak yang ada di dalam hutan, hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Jarak antara kebun warga dengan lokasi Rafflesia lebih kurang 200 meter.

Menuruni tebing awal masuk lokasi rafflesia di kawasan hutan Air Mas
Menelusuri jalan setapak dalam kawasan hutan Air Mas
Lokasi tepatnya berada di kawasan hutan perkebunan Air Mas Trans desa Karang Dapo Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur Provinsi Bengkulu. Dalam kawasan hutan ini terdapat dua titik habitat Raflesia.

Dilokasi 1 (pertama) KPPGPPL mulai mendata, terdapat 1 bunga rafflesia yang sudah lama membangkai dengan ukuran 50 cm, terdapat 10 bonggol/calon bunga rafflesia, 2 diantaranya sudah berukuran besar, terdapat tanaman Inang yang menjalar diketinggian pohon, dan aliran Sungai Air Mas yang kecil. Di dalam lokasi ini KPPGPPL mengirakan adalah Rafflesia jenis bengkuluensis.

Satu bunga rafflesia yg sudah membangkai diameter 50 cm & bonggol dalam kawasan hutan Air Mas
Tiga bonggol rafflesia di lokasi petama dalam kawasan hutan Air Mas
Dua bonggol rafflesia berukuran kecil menempel di tanaman Inang di lokasi pertama dalam kawasan hutan Air Mas

Selesai mendata dilokasi pertama, jelajah dilanjutkan menuju lokasi kedua. Lokasi ini berjarak sekitar 300 meter dari kebun warga. Kembali dengan aktivitas tracking, naik/turun tebing, menelusuri jalan setapak yang ada dalam kawasan hutan Air Mas tersebut hingga sampai ke lokasi Rafflesia.
Awal masuk lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air mas
Mendaki tebing padang ilalang dalam kawasan hutan Air Mas Semidang Gumay Kab. Kaur
Dilokasi 2 (kedua) ini, terdapat satu Rafflesia yang sudah membangkai dengan ukuran lebih kurang 30 cm, terdapat 2 bonggol/calon rafflesia 1 diantaranya sudah berukuran besar. juga terdapat tanaman inang ukuran kecil menjalar hingga masuk kedalam tanah. Di sekitar lokasi rafflesia dalam kawasan ini tidak diterdapat sungai yang mengalir. Di lokasi ini KPPGPPL belum dapat mengira jenisnya, sebab bunga yang membangkai tersebut bagian Prosesi dan Ramentanya sudah hancur.
Satu bunga rafflesia yang membangkai di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. semidang Gumay Kab Kaur
Satu bonggol rafflesia berukuran besar di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur

Satu bonggol rafflesia berukuran bkecil di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur

Foto bersama di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur
Selesai mendata KPPGPPL, Burdhany dan Kawan2 menuju pulang. Sampai Jumpa Kembali !!!



|Salam Lestari | Salam Rimbawan | Bengkulu The Land Of Rafflesia |
Thanks To : Burdany, Feily Asmara, Zeko Jayanta, Jedi Lian Chandra | Tim KPPGPPL : Nopri Anto, Ryan Saputra, Hayan Afriza, Evan Gustiawan, Andri Novriansyah, Ricky, Meljon.

Minggu, 16 November 2014

Rafflesia arnoldiii Padang Guci Mekar 60 cm

Tanggal 16 November 2014 Rafflesia arnoldii kembali mekar  di hutan Kawasan Sakaian Mayan desa Manau Sembilan Padang Guci Hulu Kab. Kaur dengan diameter bunga  60 cm. Dan ini merupakan bunga Rafflesia ke 23 yang mekar di Kawasan Hutan Padang Guci Hulu tercatat oleh KPPGPPL.


Foto bersama Rafflesia arnoldii diameter 60 cm dengan sejumlah pelajar yang berkunjung

Foto Rafflesia arnoldii diameter 60 cm bersama Rara pelajar SMPN 1 Padang Guci Hulu

Foto bersama Rafflesia arnoldii diameter 60 cm dengan KPPGPPL
Selain posisi bunga mekar yang sangat unik, untuk mencapai ke lokasi ini kita disungguhi pemandang alam yang sangat indah. Diantaranya, Sungai Padang Guci Hulu yang kerap didatangi muda-mudi untuk mandi, Sungai Cawang Kidau dengan aliran arus yang cukup deras juga merupakan sungai tempat mandi pengunjung sehabis menyaksikan keunikan Puspa Langka dunia ini, Air Terjun Sakaian Mayan merupakan Pintu Masuk ke lokasi habitat Rafflesia arnoldii di hutan kawasan Sakaian mayan sering didatangi pengunjung untuk sekedar berfoto-foto sebelum memasuki lokasi habitat, dan hamparan sawah yang luas milik penduduk yang sangat memanjakan mata saat hendak berkunjung ke lokasi habitat Rafflesia Padang Guci Kaupaten Kaur.

Sungai Padang Guci Hulu Kab. kaur

Air Terjun Sakaian Mayan Padang Guci Hulu

Sungai Cawang Kidau Padang Guci Hulu

Hamparan Sawah Penduduk

Nahh...menarik bukan ? Salam Lestari !! Salam Rimbawan !! Bengkulu The Land Of Rafflesia !!

Minggu, 09 November 2014

KPPGPPL Kembali Temukan Rafflesia Dipedalaman Rimba Padang Guci

Dikatakan oleh warga di lokasi terdapat puluhan bonggol atau calon bunga yang masih berukuran kecil, empat bonggol diantaranya sudah berukuran besar dan siap mekar, dan juga terdapat beberapa bunga rafflesia yang sudah membangkai.

Penelusuran tim KPPGPPL Dimulai
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim KPPGPPL langsung mendatangi lokasi untuk membuktikan kebenaran terhadap keberadaan flora langka yang dilindungi tersebut. Lokasi dikatakan berada di pinggir sungai Cawang Kidau yang tidak jauh dari habitat Rafflesia bengkuluensis berada di jarak sekitar 300 meter.

Tim KPPGPPL menayakan kembali kepada warga tentang keberadaan bunga Rafflesia yang ditemukan
Di lokasi, terlihat sebuah kawasan hutan yang masih semak belukar, terdapat  beberapa anak sungai. Dan kami pun memulai pencarian. Selang beberapa menit saja di dalam rimba kami menemukan satu bonggol / calon bunga yang diduga jenis bengkuluensis siap mekar satu minggu mendatang, terdapat tanaman inang yang menjalar diketinggian pohon, dan dua bunga rafflesia yang telah membangkai.

Tim KPPGPPL beristirahat sebelum pencarian dilanjutkan
Satu Bonggol diduga Raff. bengkuluensis siap mekar satu minggu mendatang
Pencarian kami pun berlanjut, beberapa menit setelah berkeliling di dalam kawasan hutan, kami kembali menemuakan beberapa bonggol masih berukuran kecil menempel pada tanaman Inang, puluhan bunga rafflesia yang telah membangkai, juga terdapat bonggol Rafflesia gagal mekar atau rusak. Dalam kawasan ini merupakan kebun milik warga, juga merupakan jalan setapak yang sering dilalui warga yang hendak pergi kehutan posisinya sangat dekat dengan tanaman inang.

Bunga rafflesia yang telah membangkai

Bonggol rafflesia yang telah rusak/gagal mekar
Bonggol rafflesia berukuran kecil mempel pada tanaman inang
Karena cuaca sudah mulai mendung, penelusuran harini kami akhiri. Dalam perjalanan pada kawasan ini kami menemukan Puspa Langka lainnya yaitu "Amorphophalus Variabilis/Bunga Bangkai"

"Amorphophalus Variabilis/Bunga Bangkai"
Kendati pencarian kami kali ini belum menemukan lokasi rafflesia seperti apa yang dilaporkan warga, namun kami akan berusaha untuk melakukan penelusuran pada hari-hari berikutnya.

Salam Lestari ! Salam Rimbawan ! Bengkulu The Land Of Rafflesia !

Minggu, 02 November 2014

Rafflesia arnoldii Kembali Mekar di Padang Guci Kaur Bengkulu

Lagi- lagi satu Rafflesia arnoldii mekar diameter 80 cm di kawasan hutan Sakaian Mayan desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur ( 2 November 2104 ). Keunikan bunga langka ini akan bisa dinikmati hingga 7 hari kedepan.




Di lokasi terdapat satu bonggol/calon bunga Rafflesia arnoldii sudah membuka kelopaknya, diperkirakan akan mekar pada tanggal 4 November 2014.





Dengan demikian ada 22 bunga Rafflesia  mekar di kawasan hutan Padang Guci Kab. Kaur  terpantau Oleh Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka dari Februari hingga November  tahun 2014.

SALAM LESTARI ! SALAM RIMBAWAN ! BENGKULU THE LAND OF RAFFLESIA !!

Kamis, 18 September 2014

Rafflesia Jenis arnoldii Lagi-lagi Mekar di Padang Guci Kabupaten Kaur

Desa Manau Sembilan terletak sekitar 200 kilometer di selatan ibu kota Provinsi Bengkulu. Secara adminsitratif merupakan wilayah yang berada di Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Di desa ini jenis Rafflesia kerap mekar silih berganti.

Sejak Februari sampai September 2014 sudah 14 jenis Rafflesia bengkuluensis dan 4 jenis Rafflesia arnoldii tercatat oleh Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka mekar di kawasan hutan Padang Guci Kabupaten Kaur. Misalnya, pada akhir Februari 2 kali Rafflesia jenis bengkuluensis mekar dalam rentang tujuh hari. Selang sebulan jenis bengkuluensis lagi-lagi mekar sebanyak tiga kali. Pertengahan April, 2 kuntum Rafflesia jenis bengkuluensis dan 1 kuntum Rafflesia jenis arnoldii mekar di kawasan Hutan Padang Guci Kab. Kaur  2 diantara ke-3 bunga tersebut ditemukan telah membusuk. Pada akhir bulan Mei 2 Rafflesia jenis  bengkuluensis dan 1 Rafflesia jenis arnoldii. 

Foto Rafflesia jenis bengkuluensis
Awal bulan Juni 2 kali jenis arnoldii ditemukan warga mekar di hutan kawasan Air Kuning Bukit Puguk Padang Guci Hulu. Pada bulan Juli 1 jenis Rafflesia bengkuluensis dan 1 Rafllesia jenis arnoldii lagi-lagi mekar di Padang Guci Kabupaten Kaur. Dan yang terakhir pada tanggal 18 September 2014, 1 kuntum Rafflesia jenis arnoldii kembali mekar di kawasan hutan Padang Guci kabupaten Kaur dengan diameter 58 cm.

Foto Rafflesia arnoldii mekar 18 September 2014 diameter 58 cm
Berdasarkan peninjauan yang dilakukan tim Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka saat ini di lokasi habitat Rafflesia Padang Guci Kabupaten Kaur, terdapat 23 bonggol atau calon bunga Rafflesia jenis bengkuluensis dan Rafflesia jenis arnoldii.

Foto Bonggol pada Inang
Berikut data rinciannya :
1. LOKASI 1 (Hutan Kawasan Sungai Penangkulan Desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu), terdapat 7 bonggol atau calon bunga Rafflesia bengkuluensis 3 diantaranya sebesar bola kasti.

2. LOKASI 2
(Hutan Kawasan Sungai Penangkulan Desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu berjarak 100 meter dari lokasi 1), terdapat 2 bonggol atau calon bunga Rafflesia bengkuluensis masih sebesar bola pimpong.

3. LOKASI 3
(Hutan Kawasan Sakaian Mayan Desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu, berada sebelah barat dari Lokasi 1 & 2 berjarak lebih kurang 500 meter), terdapat 14 bonggol atau calon bunga Rafflesia jenis arnoldii, 2 diantaranya bonggol Rafflesia arnoldii tersebut diperkirakan akan mekar pada bulan Oktober mendatang.


Banyaknya kuntum bunga Rafflesia yang mekar sejak bulan Februari hingga September dan bonggol atau calon bunga Rafflesia yang tersisa saat ini menunjukan fakta yang cukup jelas bahwa hutan kawasan Padang Guci Kabupaten merupakan habitat Rafflesia bengkuluensis dan Rafflesia arnoldii yang patut dijaga dan dilestarikan.

SALAM LESTARI | SALAM RIMBAWAN |
SEMOGA BERMANFAAT !!!

Kamis, 17 April 2014

Lagi-lagi Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka Temukan Puluhan Rafflesia di Tiga Lokasi berbeda dalam Kawasan Hutan Padang Guci Kabupaten Kaur Bengkulu

Berawal dari informasi seorang warga desa Manau Sembilan Kecamatan Padang Guci Hulu yang menemukan  seminggu yang lalu, tim Komunitas pun langsung terjun menuju ke lokasi bersama Uno (seorang warga yang menemukan bunga tersebut).

Satu lokasi ditemukan berada di jarak lebih kurang 150 meter dari habitat Rafflesia bengkuluensis yang ditemukan oleh warga beberapa bulan yang lalu. Didalam lokasi ini terdapat satu bunga Rafflesia jenis bengkuluensis yang baru saja mengakhiri masa kemekarannya dan juga terdapat belasan bongkol atau calon Rafflesia bengkuluensis yang diperkirakan akan mekar pada bulan Mei mendatang.


Di satu lokasi di jarak 30 meter dari habitat tanpa disengaja Tim Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka kembali menemukan Rafflesia jenis bengkuluensis berkelopak empat yang sedang mekar dengan diameter 42 cm, namun kondisi kemekarannya kurang sempurna dikarenakan terhalang/berhimpitan dengan satu bongkol atau calon bunga yang diperkirakan akan mekar 2-3 hari lagi, juga terdapat 1 Rafflesia yang sudah membangkai dan 1 bongkol diperkirakan akan mekar pada bulan Mei mendatang.



Satu lokasi lagi berjarak 1 kilometer dari habitat Rafflesia bengkuluensis tepatnya berada dikawasan hutan sungai Sakaian Mayan, tim Komunitas kembali menemukan habitat bunga Rafflesia. Di lokasi terdapat satu bunga yang sudah membangkai dan terdapat belasan bongkol atau calon bunga, satu diantara bongkol tersebut diperkirakn juga akan mekar pada bulan Mei mendatang. Tim Komunitas memperkirakan dalam kawasan ini merupakan habitat Rafflesia jenis arnoldii, ini berdasarkan belasan bongkol yang menjalar hingga diketinggian pohon pada kawasan ini dan informasi yang didapat dari seorang warga yang menemukannya.


"Diameter kemekarannya mencapai kurang dari 1 meter atau lebih kurang mencapai diameter 70-75 cm dengan warna bunga merah hati dan percaknya berwarna putih (Katanya)".

Tonton Videonya disini:  http://www.youtube.com/watch?v=b0vjbqcZo4U

Salam Lestari...! Salam Rimbawan...!

Senin, 31 Maret 2014

Lagi, Rafflesia bengkuluensis Mekar di Padang Guci Kaur

KOMPALA - Rafflesia bengkuluensis (Susatya, Arianto, et Mat-Saleh) kembali mekar di kawasan hutan Padang Guci Kab. Kaur Bengkulu (Sabtu, 29 Maret 2014) dengan diameter 45 cm. Kekhasan bunga langka ini akan bisa dinikmati hingga 2 hari kedepan. 


Di satu lokasi yang berjarak 20 meter dari habitat terdapat satu bunga Rafflesia bengkuluensis mulai membuka kuncupnya (diaphragma) (Senin, 31 Maret 2014). Kekhasan bunga langka ini diperkirakan akan mekar sempurna besok Selasa, 1 April 2014 dan bisa dinikmati hingga 7 hari kedepan.


Dalam kawasan hutan ini masih terdapat calon bunga atau bonggol yang diperkirakan akan mekar atau bisa dinikmati pada bulan April mendatang.

Dengan demikian tercatat oleh Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka - KOMPALA, dari Bulan Februari-Maret 2014 sebanyak 7 bunga Rafflesia bengkuluensis yang mekar di kawasan ini.

Salam Lestari !

Minggu, 09 Maret 2014

3 Rafflesia bengkuluensis Siap Mekar di Kawasan Hutan Padang Guci Kaur

Tiga calon bunga Rafflesia jenis bengkuluensis yang berada di kawasan hutan Padang Guci Kaur Bengkulu siap mekar. 3 calon bunga ini akan bisa di nikamati keunikannya hingga 3 minggu kedepan.

Berikut foto-foto calon bunga Rafflesia bengkuluensis yang siap mekar;

(1) Calon bunga diperikan akan mekar sempurna  hingga Minggu, 16 Maret 2014


(2)  calon bunga diperikan akan mekar sempurna  hingga  bulan Maret 2014


(3)  calon bunga diperikan akan mekar sempurna  hingga  bulan Maret - April 2014 


Untuk menikmati keunikan bunga langka ini disarankan kepada pengunjung agar mempersiapkan diri lebih matang dan tenaga ekstra, dan demi menjaga bunga langka agar tetap lestari diharapkan juga menghubungi Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka Kaur untuk memandu menuju lokasi habitat. 

Agar sampai ke lokasi dibutuhkan waktu satu jam setengah lebih dari desa Manau Sembilan Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur dengan berjalan kaki.

Perjalanan terbilang cukup ekstrim seperti melintasi persawahan warga, melintasi perkebunan warga, naik-turun tebing, satu kali menyeberangi sungai sebesar pinggang orang dewasa, menulusuri anak sungai sepanjang 100 m, dan dua kali menyeberangi sungai sebesar lutut.

Padang Guci merupakan sebuah daerah bagian utara berjarak lebih kurang 50 dari kota Bintuhan/Kaur, 60 km dari Kota Manna Bengkulu Selatan, dan 200 km dari Kota Bengkulu.

Salam Lestari !

Jumat, 07 Maret 2014

Hutan Kaur Spesifik untuk Habitat Jenis Rafflesia Bengkuluensis

Kawasan hutan di Kabupaten Kaur, Bengkulu, merupakan salah satu lokasi habitat Rafflesia bengkuluensis. ini yang disampaikan Pakar flora raflesia dari Universitas Bengkulu Agus Susatya. 

"Hutan Kaur memang lebih spesifik untuk habitat jenis bengkuluensis," kata penemu Rafflesia bengkuluensis ini di Bengkulu, Sabtu.
Ia mengatakan hal itu terkait penemuan Rafflesia bengkuluensis oleh masyarakat Desa Manau Sembilan di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur.

Di satu lokasi dalam kawasan hutan Padang Guci, beberapa bunga mekar dan sejumlah calon bunga atau disebut bonggol juga ditemukan warga setempat.
"Penemuan kami atas jenis bengkuluensis bersama dua akademisi dari Malaysia juga di wilayah Kaur," tambahnya.

Pada tahun 2005, dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ini bersama Arianto dan Mat-Salleh, dua orang dosen di salah satu universitas di Malaysia, mengidentifikasi satu jenis bengkuluensis.
Agus mengatakan bunga rafflesia jenis bengkuluensis yang mereka identifikasi tersebut berada di Talangtais, berjarak 7 kilometer dari Tanjungkemuning Kecamatan Padang Guci, Kaur.

Bunga rafflesia yang ditemukan warga di sekitar Desa Manau Sembilan itu, setelah diperiksa ramentanya, atau bulu-bulu bagian dalam bunga, dipastikan jenis bengkuluensis.

Padang Guci merupakan kecamatan di bagian utara Kota Bintuhan, Kabupaten Kaur, berjarak lebih 200 kilometer dari Kota Bengkulu. (Wrh/rm/ant)

Sumber: RIMANEWS