![]() |
| Rafflesia Jenis Gadutensis Foto KPPL |
Jumat, 14 Agustus 2015
Habitat tiga jenis rafflesia Bengkulu teridentifikasi
Jumat, 20 Maret 2015
Bunga Bangkai ( Amorphophallus Titanum) Mekar di Kab. Kaur
Bunga bangkai ini dipergoki warga Padang Guci Hulu beberapa hari yang lalu sedang mekar disekitar wilayah perkebunan Cancap Padang Guci Hulu Kab.Kaur.
Bagi warga Padang Guci Bunga ini dikenal dengan sebutan Bunge Keghubut. Info & Foto by Teddy Cepak (KPPGPPL)
Amorphophallus titanum atau Titan Arum atau biasa disebut Bunga Bangkai merupakan tumbuhan asli Sumatera yang terkenal memiliki kelopak raksasa serta bau tak sedap layaknya daging busuk.
Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar.
Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.
Sabtu, 07 Maret 2015
Ditemukan Satu Rafflesia Sedang Mekar di Padang Guci Kab. Kaur
Satu kuntum Rafflesia jenis bengkuluensis ditemukan sedang mekar harini (7 Maret 2015) di Padang Guci Hulu Kab. Kaur. Awalnya Rafflesia ini diketahui berdasarkan laporan masyarakat kepada KPPGPPL yang berkebun disekitar area itu.
Rafflesia ini mekar diameter 52 cm dengan kondisi kelopak terjepit diantara akar-akar liar yg ada dilokasi, sehingga menyebabkan bunga tidak bisa mekar sempurna. Di dalam lokasi juga ditemukan satu bonggol/kuncup Rafflesia bengkuluensis yang masih berukuran kecil juga tanaman inang (Tetrastigma) berukuran jempol kaki menjalar kedalam tanah.
Lokasi Rafflesia mekar tepatnya berada di sekitar area Perkebunan Lipih di pinggir Sungai Cawang Kidau desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu Kab. Kaur atau berada di jarak sekitar 2 kilometer arah utara Habitat Rafflesia bengkuluensis di Sungai Penangkulan.
Sementara itu di lokasi habitat Rafflesia bengkuluensis di Kawasan Hutan Sungai Penangkulan Padang Guci Hulu, saat ini terdapat satu bonggol Rafflesia bengkuluensis siap mekar dalam kurun waktu 4 hingga 7 hari lagi, kondisi bonggol sudah memasuki fase perigon sempurna. Data ini didapat berdasarkan peninjauan rutin yang dilakukan oleh KPPGPPL pada hari Juma't, 6 Maret 2015.
Salam Lestari!
Bengkulu The Land Of Rafflesia!
Minggu, 22 Februari 2015
Hampir Layu..! Rafflesia arnoldii mekar di Padang Guci, Kab. Kaur
Satu kuntum rafflesia jenis arnoldii mekar dengan diametar 65 cm di dalam kawasan Sakaian Mayan, Manau Sembilan, Padang Guci Hulu, Kab. Kaur.
Posisi bunga yang mekar berada di ketinggian 2 meter dari permukaan tanah, warna bunga sudah mulai berwarna kecoklatan, dan diduga rafflesia ini mekar tak sempurna pada dua hari yang lalu karena terlihat dua helai perigon gagal membuka sehingga menutupi bagian tabung bunga rafflesia.
Sebelumnya (17/2/2015) , KPPGPPL memprediksi bahwa bunga ini akan mekar sempurna pada harini (22/2/2015). Namun, kembali tidak sesuai apa yang diharapkan, bunga rafflesia sudah memsuki fase layu/mati. Prosesnya layunya bunga lebih cepat seperti yang diketahui bahwa Bunga Rafflesia jika mekar sempurna bisa bertahan 5 sampai 7 hari, dan kemudian layu/mati.
Hal ini bisa saja terjadi karna pengaruh Iklim/cuaca yang terlalu dingin, dan juga bisa disebabkan karena posisi bonggol/kuncup berada diketinggian sehingga mempercepat proses mekar dan layunya/mati bunga rafflesia.
Dilokasi saat ini terdapat 6 bonggol/kuncup rafflesia jenis arnoldii, dan 8 bonggol/kuncup untuk raafflesia jenis bengkuluensis. Terdapat satu bonggol rafflesia jenis bengkuluensis sudah memasuki fase perigon diperkirakan akan mekar bebrapa minggu kedepan.
Salam Lestari !!!
KPPGPPL Kab. Kaur
Selasa, 17 Februari 2015
3 Hari Lagi, Satu Rafflesia Mekar di Kaur
Tiga hari mendatang satu bonggol Rafflesia jenis arnoldii yang berada di hutan Sakaian Mayan, Manau Sembilan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur siap mekar.
Seminggu sebelumnya bonggol ini telah diprediksi KPPGPPL, namun belum juga mekar. Saat peninjaun kembali dilakukan (17/2/15), terlihat helai perigon sudah mulai mengangkat ( 5 cm), kuat dugaan bahwa bonggol ini akan mekar beberapa hari lagi, dan akan mekar sempurna pada hari Minggu, 22 Februari 2015. Posisi bonggol menempel pada inang (tetrastigma) yang menjalar di ketinggian pohon 2 meter dari permukaan tanah. Sehingga jika mekar, bunga ini akan terlihat istimewa & sangat menarik karena jarang-jarang rafflesia ditemukan mekar pada ketinggian.
Bunga Rafflesia sungguh unik, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mekar. Untuk mencapai bunga mekar, dari fase Kopula bisa sampai 9 bulan atau lebih dan jika sudah mekar hanya bertahan 5 hingga 7 hari, kemudian bunga Rafflesia layu/mati.
Lebih unik lagi, kita tidak bisa menentukan dengan tepat kapan bunga Rafflesia akan mekar. Namun bisa diperkirakan dengan mengacu pada kondisi fisik atau iklim.
Salam Lestari !
Senin, 16 Februari 2015
Cerita Perjalanan Tim Info Pusaka Menyaksikan Rafflesia Padang Guci
| Foto: Tim Info Pusaka Kab. Kaur |
| Foto: Tim Info Pusaka tiba di Manau IX. 2 |
![]() |
| Foto : Kecerian Anak Desa bermain dengan alam |
| Foto :menyeberangi sungai Cawang Kidau |
"Raflesia ini sudah mekar puncaknya pada hari minggu, tepatnya tiga hari yang lalu. kini diperkirakan mulai layu sejak hari selasa kemarin", terangnya.
| Foto : Rafflesia bengkuluensis |
| Foto bersama Rafflesia bengkuluensis |
| Foto : Rafflesia arnoldii di ketinggian 2 meter |
Jumat, 13 Februari 2015
Rekontruksi Siklus Hidup R. Arnoldii (Susatya, 2007)
Kuncup R.arnoldii dalam Fase Kopula mempunyai kisaran diameter antara 0,6 sampai 3,3 cm. Fase Brakta mulai terlihat saat kuncup telah menjadi 3,3 - 4,14 cm, dan untuk mencapai ukuran ini dari Fase Kopula diperlukan waktu antara 33 hari sampai 144 hari. Fase Brakta menjadi struktur yang sempurna menutupi bagian atas kuncup saat mencapai ukuran antara 7,31 - 11,76 cm, atau memerlukan waktu 172 - 257 hari untuk mencapai fase ini dari Fase Kopula. Fase Perigon mulai terlihat saat kuncup mencapai ukuran 12,02-13,96 cm, dan memerlukan waktu 23-66 hari untuk mencapai ukuran ini dari Fase Brakta. Fase Perigon menjadi strukutur yang sempurna saat kuncup mencapai ukuran 21,3 - 22,4 cm, dan fase ini dicapai dalam waktu 100 - 143 hari dari Fase Brakta sempurana, jenis ini mempunyai diameter 22,18 - 26,28 cm dan dalam kondisi siap mekar.
Selasa, 10 Februari 2015
Bunga Rafflesia Bengkulu Diperkenalkan Melalui Tarian
'' Idupku Cumo Sekali Sajo, Idak Beanak, Idak Bedaun, Kenapo Aku Hanya Idup di Hutan, ataukah Karna Bauku. Walaupun ku Idup di Hutan, Aku dijuluki habitat Puspa Langka, dan diakui dengan semboyan Bumi Kito Rafflesia''.
![]() |
![]() |
| Menyimbolkan Tumbuhnya Bunga Rafflesia |
![]() |
| Menyimbolkan Bunga Rafflesia layu & mati |
![]() |
| Foto: Penari & Penyanyi action Rafflesia |
![]() |
| Foto: Penari & Penyanyi action Rafflesia |
![]() |
| Foto: Dwi Rahayu Fatma Reika action Rafflesia mekar |
![]() |
| Foto: Crew yang terlibat di belakang panggung |
Inilah Orang-orang yang terlibat dalam pementasan "Bungo Rafflesia" :
Lebih lanjut Ia sangat mengharapkan kepada semua kalangan, agar Puspa Langka tersebut tidak dipandang sebelah mata. "Bunga Rafflesia bukanlah Bunga Bangkai, dan Puspa Langka harus dilestarikan, dijaga, bukan untuk dimusnahkan''. Tutupnya
Posting by : KPPGPPL, 10 Februari 2015
Narasumber : Dwi Rahayu Fatma Reika
Sabtu, 07 Februari 2015
Rafflesia bengkuluensis
![]() |
| Rafflesia bengkuluensis |
Jumat, 06 Februari 2015
Rafflesia arnoldii Mekar Ketinggian 2 Meter
Bunga Rafflesia yang merupakan salah satu tumbuhan unik dan sekaligus menyimpan misteri bagi ilmu tumbuh-tumbuhan kembali mekar di hutan kawasan Sakaian Mayan Desa Manau Sembilan Padang Guci Hulu Kab. Kaur - Bengkulu, Minggu, 1 Februari 2015.
Rafflesia arnoldii mekar kelopak 5 berada di ketinggian 2 meter dari permukaan tanah, diameternya bunganya bekisar antara 65 - 70 cm.
Kuncup Rafflesia di ketinggian sangat jarang dijumpai oleh karena itu bisa dibilang istimewa. Biasanya kuncup bunga menggantung ini jika mekar akan berukuran lebih kecil dan berlangsung lebih singkat.
Salam Lestari !
"Bengkulu The Land Of Rafflesia"
September 2015, Bengkulu Tuan Rumah Simposium Internasional Rafflesia dan Amorphophallus 2015
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia akan menggelar acara Simposium Internasional Rafflesia dan Amorphophallus 2015 di Bengkulu.
“International Symposium on Indonesian Giant Flowers Rafflesia & Amorphophallus 2015” adalah forum internasional yang didedikasikan kepada dua flora raksasa Indonesia yang langka Rafflesia dan Amorphophallus .
Tujuan dari penyelengaraan ini adalah :
- Mengekspose dan mempromosikan R. arnoldii dan A. titanum flora langka asal Bengkulu di tingkat nasional & internasional
melalui kegiatan Symposium Internasional.
- Mengidentifikasi berbagai penelitian yang sudah dilakukan terhadap kedua flora tersebut dan membangun jejaring nasional dan internasional bagi kelestarian R. arnoldi dan A. titanum khususnya dan keanekaragaman hayati Bengkulu pada umumnya.
- Menyusun strategi dan rencana aksi konservasi R.arnoldii dan A. titanum melalui komunikasi interdisipliner dan lintas sektoral antara lembaga pemerintah, swasta maupun LSM.
Thema makalah difokuskan kepada salah satu atau 2 aspek berikut ini :
Sub-thema 1: Studi Biologi Rafflesia atau Amorpophallus. Seberapa jauh hingga abad ke-21 ini kita mengenal kedua genera ini :
Contoh subjek : Taksonomy – Phylogeny – bank biji –biology- anatomy
Sub-thema 2: Manajemen konservasi Rafflesia & Amorpophallus : Seberapa jauh kita sudah menerapkan pengetahuan, maupun hasil-hasil penelitian untuk mendukung kelestarian kedua jenis flora dari kehancuran habitatnya
Contoh subjek: konservasi exsitu atau koleksi - manajemen konservasi – edukasi public-legislasi bagi perlindungan kedua flora.
Makalah dikirimkan ke giantflowersindonesia@gmail.com paling lambat tanggal 15 Agustus 2015.
Acara ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 14-17 September 2015 dengan program-program sbb:
Hari 1:
1. Pembukaan
2. Sessi Plenary
- Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia
- International Association of Botanic Gardens
1. Keynote Speaker:
- Direktur Jendral PHKA
- Charles Davis (Harvard University- USA)
- Peter Boyce ( Institute of Biodiversity and Environment Conservation Sarawak -Malaysia)
3. Presentasi Paralel (Makalah terpilih):
1. Makalah ilmiah berthema kajian biologi Rafflesia and Amorphophallus
2. Makalah ilmiah berthema kajian manajemen konservasi Rafflesia & Amorphophallus:
4. Sessi poster (Rafflesia, Amorpophallus dan kerabat nya)
Hari 2 :
Ekskursi ke habitat Rafflesia dan Amorphophallus and city tours
Hari 3 :
Workshop
a. Resume dari berbagai kajian Rafflesia and Amorphophallus
b. Action plan (Penyusunan Rencana aksi ) Rafflesia & Amorphophallus:
c. Deklarasi
Lomba foto berthema flora raksasa Indonesia akan digelar pula selama symposium berlangsung dan terbuka untuk diikuti oleh peserta umum yang memiliki foto Amorphophallus atau Rafflesia selama 10 tahun terakhir. Setiap peserta boleh mengumpulkan 2 foto terbaiknya dalam format JPG ukuran 2 MB/300 dpi.
Foto Dikirimkan ke giantflowersindonesia@gmail.com Foto-foto terbaik akan didisplay pada acara symposium dan hadiah akan diberikan kepada 5 pemenang utama. Paling lambat dikumpulkan 5 Agustus 2015.
Dikutip dari : www.krbogor.lipi.go.id/id/isirow/isi_statis/2
Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) "Sofian Ramadhan" sangat menyayangkan dalam acara tersebut tidak menampilkan Peneliti Rafflesia dari Indonesia sebagai keynote speaker melainkan Peneliti dari negara lain. Padahal Kita Tuan Rumah (Indonesia), dan Peneliti Rafflesia Indonesia (Bengkulu).
"Menurut saya secara pribadi peneliti Indonesia (Bengkulu) tak kalah hebatnya dengan peneliti dari negara lain".*Ungkapnya.
Selain itu, Sofian mengungkapkan Bengkulu harus terangkat namanya lewat event internasional ini bukan malah LIPI yg lebih menonjol atau yang lainnya. Bengkulu harus mendapatkan keuntungan dari event ini bukan malah merugi lewat dana yang dianggarkan cukup lumayan besar tersebut.
Lebih lanjut, kata Sofian sampai sejauh ini Pemerintah Daerah belum memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan kawasan habitat Rafflesia dan Amorphophallus yang terdapat dibeberapa titik di kabupaten di provinsi Bengkulu.
"Semoga acara ini nantinya dapat berjalan lancar dan sukses seperti yang kita harapkan bersama, amin ... Salam Lestari".Tutupnya.
Rabu, 04 Februari 2015
Januari 2015, Empat Rafflesia Mekar di Kaur
Berikut data rafflesia mekar di Kabupaten Kaur pada Januari 2015 :
1. Rafflesia bengkuluensis mekar kelopak 5 diameter 36 cm pada tanggal 18 Januari 2015, di hutan kawasan Sungai Penangkulan desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu Kab. Kaur - Bengkulu. Foto by Nopri Anto KPPGPPL
Kamis, 08 Januari 2015
Tiga Rafflesia Siap Mekar Bulan Januari 2015 di Kaur
| Bonggol Rafflesia bengkuluensis Fase Perigon deameter 19-21 cm | Foto : KPPGPPL 8/1/2015 |
|
![]() | |
|
| 2 bonggol rafflesia arnoldii masih utuh tanggal 1/1/2015, sudah tiada tanggal 8/1/2015 |
| 1 bonggol rafflesia arnoldii masih utuh tanggal 1/1/2015, sudah tiada tanggal 8/1/2015 |
Salam Lestari !!
Jumat, 19 Desember 2014
Jelajah Rafflesia Di Kawasan Hutan Air Mas Semidang Gumay Kabupaten Kaur
Untuk mencapai lokasi rafflesia pun nyaris tak ada hambatan apapun, alias sangat mudah. Dari desa Gunung Tiga hingga kekebun warga, bisa menggunakan kendaraan roda dua hanya dibutuhkan lebih kurang 18 menit. Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas tracking (penjelajahan), menelesuri kebun karet/sawit warga, naik/turun tebing, hingga masuk kedalam hutan dengan menenelusuri jalan setapak yang ada di dalam hutan, hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Jarak antara kebun warga dengan lokasi Rafflesia lebih kurang 200 meter.
| Menuruni tebing awal masuk lokasi rafflesia di kawasan hutan Air Mas |
| Menelusuri jalan setapak dalam kawasan hutan Air Mas |
| Satu bunga rafflesia yg sudah membangkai diameter 50 cm & bonggol dalam kawasan hutan Air Mas |
| Tiga bonggol rafflesia di lokasi petama dalam kawasan hutan Air Mas |
| Dua bonggol rafflesia berukuran kecil menempel di tanaman Inang di lokasi pertama dalam kawasan hutan Air Mas |
| Awal masuk lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air mas |
| Mendaki tebing padang ilalang dalam kawasan hutan Air Mas Semidang Gumay Kab. Kaur |
| Satu bunga rafflesia yang membangkai di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. semidang Gumay Kab Kaur |
| Satu bonggol rafflesia berukuran besar di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur |
| Satu bonggol rafflesia berukuran bkecil di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur |
| Foto bersama di lokasi ke dua dalam kawasan hutan Air Mas Kec. Semidang Gumay Kab. Kaur |

















